“Iman tanpa perbuatan adalah mati” (bdk. Yak 2:26)
Rumusan Kegembiraan, Keprihatinan, dan Solusi atas Keprihatinan
A. KEGEMBIRAAN
1. Bidang Pewartaan
Memiliki Awam Pemimpin Ibadat (API) yang dapat memberikan pelayanan dalam ibadat sabda dan doa lingkungan.
Kesediaan beberapa umat untuk melayani pendidikan agama kendati tidak berlatar belakang akademik tentang agama.
Kemandirian dalam pembekalan pemandu lingkungan
2. Bidang Liturgi
Beberapa umat stasi memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk berkumpul dan berdoa bersama karena tempat tinggal yang berdekatan.
Situasi Daerah dan Persoalan Masyarakat Paroki St. Isidorus
A. Situasi Daerah
1. Situasi Geografis
Paroki St. Isidorus Singkut, secara geografis terletak di wilayah Sumatera Bagian Selatan, tepatnya berada di perbatasan antara Propinsi Jambi dan Propinsi Sumatera Selatan. Wilayah paroki ini sangat luas, meliputi tiga kabupaten dua propinsi: Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun (keduanya termasuk Propinsi Jambi), serta Kabupaten Musi Rawas (masuk Propinsi Sumatera Selatan).1
Rumusan Spiritualitas
Spiritualitas Paroki St. Isidorus merupakan disposisi batin/rohani yang dimiliki umat dan mencerminkan:
a.Visi Paroki St. Isidorus: “Gereja paroki St. Isidorus adalah umat Allah yang senantiasa sadar untuk belajar mempertanggungjawabkan iman sebagai murid Kristus yang berkualitas serta berjuang bersama masyarakat dalam persaudaraan sejati.”
Tantangan Paroki
1.Katekese Umat
Dalam pertemuan API, 29-30 September 2007, dari sharing peserta bahwa ada keprihatinan bersama mengenai pembekalan pengetahuan seputar ibadat dan liturgi. Para pemimpin ibadat menyadari bahwa tidak cukuplah mereka bermodalkan kemauan dan kerelaan. Mereka juga membutuhkan pengetahuan atau pembekalan lebih seputar ibadat dan liturgi.
Solusi atas 3 (tiga) Hal Penting: Pemahaman Dasar Iman Katolik, Minimnya Keterlibatan Gereja dalam Masyarakat, dan Komunitas Basis Paroki
1. PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN DASAR IMAN KATOLIK
a.Apakah banyak umat stasi yang minim pengetahuan dan pemahaman dasar iman Katolik?
Ya
b.Apa akibat yang dirasakan/dampaknya?
Kesadaran hidup menggereja kurang dan banyak yang minder bila diminta bertugas
Penghayatan akan sakramen-sakramen dan doa-doa lain menjadi kurang, terjadi juga penodaan akan kesucian sakramen (misal: sakramen perkawinan)
Kurang berani memberi kesaksian sebagai orang Katolik di tengah masyarakat