Selamat Datang di Situs Paroki St. Isidorus Singkut

www.st-isidorus.org merupakan situs resmi Paroki Santo Isidorus Singkut, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Paroki Santo Isidorus memiliki 14 stasi yang berada di 3 kabupaten, yaitu Sarolangun, Merangin, dan Musi Rawas.

Dalam situs ini dipaparkan mengenai berbagai informasi mulai dari profil, sejarah Paroki Santo Isidorus, keadaan faktual paroki, Gua Maria, hasil evaluasi bersama mengenai pelaksanaan hasil Sinode (Pastor, Frater, Dewan pleno dan tokoh-tokoh umat), serta berbagai informasi terkini seputar Paroki Santo Isidorus dan Stasi serta Lingkungan/Kring.

Tantangan Paroki

1.Katekese Umat
Dalam pertemuan API, 29-30 September 2007, dari sharing peserta bahwa ada keprihatinan bersama mengenai pembekalan pengetahuan seputar ibadat dan liturgi. Para pemimpin ibadat menyadari bahwa tidak cukuplah mereka bermodalkan kemauan dan kerelaan. Mereka juga membutuhkan pengetahuan atau pembekalan lebih seputar ibadat dan liturgi.

Solusi atas 3 (tiga) Hal Penting: Pemahaman Dasar Iman Katolik, Minimnya Keterlibatan Gereja dalam Masyarakat, dan Komunitas Basis Paroki

A. KEGEMBIRAAN

1. Bidang Pewartaan
Memiliki Awam Pemimpin Ibadat (API) yang dapat memberikan pelayanan dalam ibadat sabda dan doa lingkungan.
Kesediaan beberapa umat untuk melayani pendidikan agama kendati tidak berlatar belakang akademik tentang agama.
Kemandirian dalam pembekalan pemandu lingkungan

2. Bidang Liturgi
Beberapa umat stasi memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk berkumpul dan berdoa bersama karena tempat tinggal yang berdekatan.

Rumusan Kegembiraan, Keprihatinan, dan Solusi atas Keprihatinan

A. KEGEMBIRAAN

1. Bidang Pewartaan
Memiliki Awam Pemimpin Ibadat (API) yang dapat memberikan pelayanan dalam ibadat sabda dan doa lingkungan.
Kesediaan beberapa umat untuk melayani pendidikan agama kendati tidak berlatar belakang akademik tentang agama.
Kemandirian dalam pembekalan pemandu lingkungan

2. Bidang Liturgi
Beberapa umat stasi memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk berkumpul dan berdoa bersama karena tempat tinggal yang berdekatan.
Memiliki sarana pengembangan iman yang berupa Gua Maria dan Jalan Salib

Karya Paroki dalam Bidang Hidup Menggereja

1. Bidang liturgi
Pelayanan Ekaristi terlaksana dengan baik sesuai dengan jadwal. Kendala yang dihadapi bahwa jumlah umat yang mengikuti Ekaristi di beberapa stasi berkurang terutama pada saat setelah/sedang hujan. Ibadat sabda juga berjalan dengan baik terutama dengan munculnya awam sebagai pemimpin ibadat di stasi. Pembinaan liturgi sudah mulai dilakukan dengan mengadakan pertemuan para Awam Pemimpin Ibadat sabda dan pendamping sekolah minggu.

2. Bidang Pewartaan atau Kerygma

Situasi Daerah dan Persoalan Masyarakat Paroki St. Isidorus Singkut

A. Situasi Daerah
1. Situasi Geografis
Paroki St. Isidorus Singkut, secara geografis terletak di wilayah Sumatera Bagian Selatan, tepatnya berada di perbatasan antara Propinsi Jambi dan Propinsi Sumatera Selatan. Wilayah paroki ini sangat luas, meliputi tiga kabupaten dua propinsi: Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun (keduanya termasuk Propinsi Jambi), serta Kabupaten Musi Rawas (masuk Propinsi Sumatera Selatan).1

Kelompok dan Paguyuban di Paroki St. Isidorus Singkut

Kelompok-kelompok maupun paguyuban yang terdapat di paroki St. Isidorus Singkut ini adalah:

Dewan Paroki

Sampai saat ini, Paroki St. Isidorus tidak memiliki stasi pusat sebagai pusat paroki. Maka dalam pembentukan dewan pastoral dan kepengurusan dewan pastoral paroki (DPP), hampir semua stasi terlibat dalam kepengurusan dewan pastoral paroki (DPP), hanya satu stasi saja yang terlibat penuh dalam kepengurusan tersebut. Hampir semua stasi ada anggotanya yang terlibat dalam kepengurusan tersebut, baik sebagai Dewan Harian, maupun sebagai Dewan Inti yang menjabat sebagai seksi­-seksi. Kendala dengan cara ini adalah jarak antarpengurus yang berjauhan, sehingga komunikasi antarpengurus jarang terjadi.
Komunikasi antarpengurus dilakukan dalam rapat dewan pleno paroki yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali, yang pelaksanaannya bergiliran dari satu stasi ke stasi yang lain. Cara lain, setiap hari Kamis malam di Pastoran St. Isidorus Singkut III beberapa pengurus Dewan Harian selalu mengadakan pertemuan rutin (bukan rapat formal).

Stasi dan Wilayah Paroki St. Isidorus Singkut

Wilayah pelayanan Paroki St. Isidorus dibagi dalam 2 wilayah besar, yakni: Pertama, wilayah Kabupaten Sarolangun Jambi yang terdiri dan 7 stasi dan 1 stasi yang masuk Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan:

  • Stasi St. Yoseph (Singkut II)
  • Stasi St. Isidorus (Singkut III)
  • Stasi St. Maria Rosari (Singkut V)
  • Stasi St. Maria Diangkat ke Surga (Singkut VII B)
  • Stasi Hati Kudus Yesus (Singkut VII D)
  • Stasi St. Paulus (Sarolangun)
  • Stasi St. Teresia dari Calcuta (Nibung) yang berada di Kabupaten  Musi Rawas, Sumatera Selatan

Kedua, wilayah Kabupaten Merangin yang terdiri dari 7 (tujuh) stasi, yakni:

  • Stasi St. Ignatius Loyola (Bangko), wilayahnya meliputi kota Bangko
  • Stasi St. Gregorius Agung (B-I), wilayahnya meliputi Pamenang Unit I
  • Stasi St. Petrus dan Paulus (B-2), wilayahnya meliputi Pamenang Unit IV
  • Stasi St. Maria Bunda Allah (A-3), wilayahnya meliputi Pamenang Unit VII
  • Stasi St. Yohanes Rasul (A-4), wilayahnya meliputi Pamenang Unit VIII
  • Stasi St. Fransiskus Xaverius (E-l), wilayahnya meliputi Pamenang Unit  IX dan XI
  • Stasi Bt. Garcia Mendez (Langling)
  • Stasi Hati Kudus Yesus Hitam Ulu  ( mulai tanggal 6 Januari 2008 )
  • Stasi St. Ignatius Loyola Mentawak Baru ( mulai 6 Januari 2008 ).

Sejarah Singkat Paroki St. Isidorus Singkut

Sejarah paroki St. Isidorus dimulai dengan kehadiran Gereja-gereja (umat Katolik) yang tersebar secara diaspora di berbagai wilayah. Gereja di Paroki Singkut sekarang ini dimulai dengan adanya para transmigran dari pulau Jawa dan pendatang dari Sumatera Utara (kebanyakan Batak Toba, ada juga Karo yang jumlahnya tidak terlalu banyak). Kedua suku tersebut memberikan warna terhadap terbentuknya Gereja. Para transmigran pada umumnya tinggal di pedesaan (wilayah Singkut dan Pamenang), sedangkan pendatang kebanyakan tinggal di kota (wilayah Sarolangun dan Bangko, ibukota kabupaten Sarolangun dan Merangin).

Sindikasikan konten