Solusi atas 3 (tiga) Hal Penting: Pemahaman Dasar Iman Katolik, Minimnya Keterlibatan Gereja dalam Masyarakat, dan Komunitas Basis Paroki
A. KEGEMBIRAAN
1. Bidang Pewartaan
Memiliki Awam Pemimpin Ibadat (API) yang dapat memberikan pelayanan dalam ibadat sabda dan doa lingkungan.
Kesediaan beberapa umat untuk melayani pendidikan agama kendati tidak berlatar belakang akademik tentang agama.
Kemandirian dalam pembekalan pemandu lingkungan
2. Bidang Liturgi
Beberapa umat stasi memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk berkumpul dan berdoa bersama karena tempat tinggal yang berdekatan.
Memiliki sarana pengembangan iman yang berupa Gua Maria dan Jalan Salib
Perayaan Ekaristi sudah menjadi kebutuhan pokok umat
Inkulturasi budaya dalam masyarakat
3. Bidang Pelayanan
Perekonomian umat yang mulai mapan
Tanggap terhadap saudara yang mengalami kesusahan (bencana, perusakan/pembakaran rumah, sakit, dll.)
4. Bidang Kesaksian
Beberapa umat Katolik mendapat peranan penting dalam kehidupan masyarakat (misal: Forum Komunikasi Antar Umat Beragama, ketua koperasi, ketua RT, Karang Taruna, PKK)
5. Bidang Persekutuan
Kebersamaan dan kekompakan sudah menjiwai umat
Penambahan jumlah umat (dari luar agama Katolik)
Semangat gotong royong tinggi
B. KEPRIHATINAN:
1. Bidang Pewartaan
Pendidikan agama secara formal dan guru-guru agama yang berlatar belakang akademik masih kurang (belum ada sekolah Katolik)
Pengetahuan dan pemahaman umat akan dasar-dasar iman Katolik sangat minim
Minimnya pewarta, khususnya untuk Bina Iman
Banyak orang tua yang kurang memotivasi anaknya untuk mengikuti pendidikan agama
2. Bidang Liturgi
Banyak umat yang tidak mau atau enggan menjadi pemimpin ibadat
Beberapa umat masih sulit menciptakan keheningan ketika mengikuti Perayaan Ekaristi dan sebelum misa banyak umat yang masih menunggu di luar gereja.
Minimnya para misdinar dan mudika karena menempuh pendidikan di luar daerah
Bangunan gereja tidak mampu menampung umat
Pengurus kurang tanggap/banyak alasan untuk tidak hadir bila diminta untuk tugas
Jika ibadat umat banyak yang tidak hadir (sepi), sebaliknya jika Perayaan Ekaristi gereja/kapel tidak mampu menampung umat
3. Bidang Pelayanan
Adanya “pemaksaan” iuran
Biaya pertemuan tinggi karena letak yang berjauhan
4. Bidang Kesaksian
Beberapa umat tidak berani untuk mempertanggungjawabkan imannya di tengah masyarakat.
Di beberapa tempat, umat Katolik kurang dilibatkan bahkan disingkirkan dalam pemerintahan setempat
5. Bidang Persekutuan
Kurang kerjasama antarpemimpin stasi
Regenerasi kepemimpinan sangat sulit, khusus di stasi-stasi kecil.
Kesadaran hidup menggereja masih kurang
Kurang adanya kepercayaan diri untuk mengungkapkan pendapatnya
Beberapa mudika keluar dari persekutuan karena beberapa hal, antara lain perkawinan
- 532 kali dibaca