Kelompok dan Paguyuban di Paroki St. Isidorus Singkut

Kelompok-kelompok maupun paguyuban yang terdapat di paroki St. Isidorus Singkut ini adalah:

1. Mudika
Jumlah Mudika di Paroki St. Isidorus Singkut sekitar 100 orang. Kelompok Mudika ini tersebar di stasi-stasi dan jumlahnya bervariasi, ada yang banyak ada yang sedikit, atau bahkan ada yang tidak mempunyai Mudika karena  di stasi tersebut anak-anak mudanya sedang melanjutkan studi ke luar daerah. Mereka yang studi di daerah lain, baru pulang ketika waktu liburan sekolah tiba. Kendala utama Mudika untuk berkumpul adalah faktor jarak antarstasi yang berjauhan dan juga kondisi jalan yang buruk, terutama apabila musim hujan. Sebagai sarana komunikasi setiap 3 bulan sekali para pengurus Mudika antar Stasi mengadakan pertemuan yang pelaksanaannya di Bangko ataupun di Singkut III. Namun akhir-akhir ini pertemuan tersebut tidak berjalan. Pendampingan Mudika stasi-stasi belum optimal karena jarak antar stasi berjauhan. Untuk kegiatan Mudika bersama se-Paroki biasanya berjalan lancar seperti misalnya acara Valentine Day dan Temu Mudika Sijambu yang berlangsung 2 tahun sekali.

2. Sekolah Minggu
Kegiatan Sekolah Minggu di beberapa stasi seperti stasi St. Isidorus, Stasi St. Yoseph, Stasi St. Paulus, dan stasi St. Ignatius cukup berjalan dengan baik. Jumlah keseluruhan dan Paroki sekitar 150 anak. Tim pendamping khusus Sekolah Minggu di Paroki ini memang tidak ada, namun beberapa stasi sudah mempunyai tenaga sukarela yang mendampingi kegiatan Sekolah Minggu. Tidak semua stasi mempunyai kelompok bina iman Sekolah Minggu. Hal ini disebabkan karena terbatasnya tenaga pembina Sekolah Minggu dan masih kurangnya kepedulian orangtua terhadap pembinaan iman anaknya.

3. Misdinar
Beberapa stasi di paroki ini sudah mempunyai kelompok Misdinar yang jumlahnya juga bervariasi. Sejauh ini kelompok Misdinar masih terbatas melaksanakan tugas-tugas liturgi di seputar altar selama perayaan Ekaristi. Kelompok misdinar belum terdampingi secara optimal dengan pertemuan rutin ataupun kegiatan lainnya. Kami merencanakan untuk mengadakan pendampingan secara intensif untuk stasi-stasi yang mempunyai kelompok Misdinar ini.

4. Paguyuban Ibu-Ibu Katolik
Di Paroki ini juga terdapat paguyuban ibu-ibu Katolik namun kelompok ini belum menamakan diri sebagai WKRI. Kelompok ibu-ibu ini terbagi dalam dua wilayah yaitu wilayah Singkut-Sarolangun dan Bangko-Pamenang. Untuk wilayah Singkut dan Sarolangun jumlahnya sekitar 60 orang dan wilayah Bangko dan Pamenang jumlahnya 70an orang. Paguyuban ini mengadakan pertemuan rutin setiap 3 bulan sekali di wilayahnya masing-masing. Kegiatan ini biasanya bekerjasama dengan Sie. Kerawam.

5. Koperasi Simpan Pinjam “Bintang Kejora”
Koperasi ini didirikan pada 13 Juli 1999 yang beranggotakan umat Katolik dari paroki ini yang jumlahnya sekitar 71 orang (wilayah Singkut 37 orang dan Bangko 34 orang). Koperasi ini melayani simpan pinjam dalam hal keuangan bagi umat katolik atau anggota yang membutuhkan.