Sejarah Singkat Paroki St. Isidorus Singkut

Sejarah paroki St. Isidorus dimulai dengan kehadiran Gereja-gereja (umat Katolik) yang tersebar secara diaspora di berbagai wilayah. Gereja di Paroki Singkut sekarang ini dimulai dengan adanya para transmigran dari pulau Jawa dan pendatang dari Sumatera Utara (kebanyakan Batak Toba, ada juga Karo yang jumlahnya tidak terlalu banyak). Kedua suku tersebut memberikan warna terhadap terbentuknya Gereja. Para transmigran pada umumnya tinggal di pedesaan (wilayah Singkut dan Pamenang), sedangkan pendatang kebanyakan tinggal di kota (wilayah Sarolangun dan Bangko, ibukota kabupaten Sarolangun dan Merangin).

Sindikasikan konten