Stasi dan Wilayah Paroki St. Isidorus Singkut
Wilayah pelayanan Paroki St. Isidorus dibagi dalam 2 wilayah besar, yakni: Pertama, wilayah Kabupaten Sarolangun Jambi yang terdiri dan 7 stasi dan 1 stasi yang masuk Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan:
- Stasi St. Yoseph (Singkut II)
- Stasi St. Isidorus (Singkut III)
- Stasi St. Maria Rosari (Singkut V)
- Stasi St. Maria Diangkat ke Surga (Singkut VII B)
- Stasi Hati Kudus Yesus (Singkut VII D)
- Stasi St. Paulus (Sarolangun)
- Stasi St. Teresia dari Calcuta (Nibung) yang berada di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan
Kedua, wilayah Kabupaten Merangin yang terdiri dari 7 (tujuh) stasi, yakni:
- Stasi St. Ignatius Loyola (Bangko), wilayahnya meliputi kota Bangko
- Stasi St. Gregorius Agung (B-I), wilayahnya meliputi Pamenang Unit I
- Stasi St. Petrus dan Paulus (B-2), wilayahnya meliputi Pamenang Unit IV
- Stasi St. Maria Bunda Allah (A-3), wilayahnya meliputi Pamenang Unit VII
- Stasi St. Yohanes Rasul (A-4), wilayahnya meliputi Pamenang Unit VIII
- Stasi St. Fransiskus Xaverius (E-l), wilayahnya meliputi Pamenang Unit IX dan XI
- Stasi Bt. Garcia Mendez (Langling)
- Stasi Hati Kudus Yesus Hitam Ulu ( mulai tanggal 6 Januari 2008 )
- Stasi St. Ignatius Loyola Mentawak Baru ( mulai 6 Januari 2008 ).
Penyebutan nama-nama santo-santa pelindung dari masing-masing stasi tersebut baru berjalan lebih kurang dua tahun terakhir ini. Singkut III, dijadikan pos pelayanan bagi stasi-stasi yang masuk Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Musi Rawas (Stasi Nibung). Sedangkan Bangko dijadikan pos pelayanan bagi stasi-stasi di Kabupaten Merangin.
Seiring dengan jumlah umat yang semakin berkembang dan wilayah stasi yang cukup luas maka untuk semakin meningkatkan pengembangan umat, dibentuklah kring/lingkungan. Sampai saat ini stasi yang memiliki kring ada 2; Singkut III yang memiliki 2 kring: St. Yosep dan St. Maria; Bangko yang memiliki 4 kring: St. Maria, St. Yosep, St. Theresia, dan St. Petrus Kanisius.
Meskipun wilayah pelayanan dibagi dalam dua bagian, namun jarak antar stasi dalam wilayah tersebut masih terlalu jauh sehingga sulit untuk dapat berkumpul dalam satu wilayah. Mengingat situasi yang demikian ini, maka paroki ini tidak mempunyai satu tempat sebagai pusat paroki.
Sejak Rm. Thomas Basiran, SCJ menjadi pastor kepala, di paroki ini diterapkan sistem administrasi Gereja Diaspora. Hal ini terus berlangsung sampai sekarang dalam penggembalaan Rm Paulus Sarmono, SCJ. Dengan demikian tidak ada salah satu stasi yang menjadi pusat paroki. Yang ada adalah pusat administrasi paroki, yang bertempat di stasi St. Isidorus Singkut III.
Jumlah stasi yang banyak dan jaraknya yang saling berjauhan dengan medan yang sulit, maka mau tidak mau hal tersebut turut mempengaruhi pelayanan pastoral. Pelayanan Ekaristi untuk stasi-stasi ada yang sebulan sekali ada pula yang sebulan 2 kali. Kalau ada pastor yang tinggal di pastoran maka umat yang berada di sekitar pastoran bisa turut merayakan perayaan Ekaristi harian.
Keadaan seperti ini, malah membuka peluang untuk pengembangan stasi-stasi yang berdikari. Hal tersebut ditengarai dengan adanya Awam Pemimpin Ibadat (API) di stasi-stasi yang menggantikan pastor untuk memimpin ibadat sabda pada hari Minggu. Mereka dibina secara berkala, tiap tiga bulan sekali untuk meningkatkan mutu hidup dan pelayanan.
Saat ini paroki St. Isidorus dilayani oleh dua orang Pastor, dan satu orang Frater TOPER, yang semuanya tinggal di pastoran Singkut III. Di paroki ini dari 14 stasi, 10 di antaranya telah memiliki kapel. Selama ini, mereka dapat merayakan Ekaristi rata-rata sebulan 2 kali. Sedangkan yang lain memperoleh pelayanan Ekaristi sebulan sekali, di rumah-rumah umat secara bergiliran menurut jadwal yang telah mereka tentukan.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada umat, setiap hari Jumat hingga Senin dalam minggu kedua dan minggu keempat, salah seorang pastor tinggal di gereja stasi St. Ignatius Loyola (Bangko) untuk melayani Ekaristi di stasi wilayah Bangko. Sedangkan setiap minggu ketiga, direncanakan frater tinggal di stasi Bangko ataupun Pamenang B-2. Untuk minggu pertama dan ketiga, pastor tinggal di pastoran Singkut III. Dalam kaitan dengan pelayanan ini, juga diadakan misa lingkungan di kring-kring yang berada di stasi Singkut III dan stasi Bangko sebulan sekali, serta masih ada kesempatan lain bilamana ada permintaan dari umat.
- 326 kali dibaca